Banjarmasin — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama INDOEXIMPRO menyelenggarakan program DIGDAYA X-PORT KALSEL untuk mendorong UMKM daerah memasuki pasar global. Program diawali dengan kick-off secara daring pada 16 September 2026 yang dihadiri 62 peserta, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan offline pada 20–21 September 2026 di G’Sign Hotel Banjarmasin.
Pelatihan diikuti oleh 41 UMKM terpilih yang merupakan binaan dan mitra Bank Indonesia Kalimantan Selatan. Kegiatan dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, A. Donanto H. W.

Mengusung materi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Pelaksana Ekspor, pelatihan ini menghadirkan tiga eksportir berpengalaman dari INDOEXIMPRO. Nursyamsu Mahyuddin berbagi pengalaman perdagangan global yang telah ditekuninya sejak 1990. Abdullah Umar Bahar, Kepala Export Center Balikpapan, membawa pengalaman ekspor rempah, damar batu, dan arang kayu sejak 2016. Farid Fahmi berbagi pengalaman menembus pasar ekspor melalui produk arang briket dan gula aren.



Pelatihan offline ini menjadi awal dari pendampingan selama enam bulan ke depan. Setelah kegiatan tatap muka, peserta akan mengikuti pelatihan dan coaching secara online, serta kegiatan business matching untuk membuka peluang bertemu dengan calon mitra atau pembeli.
Banyak UMKM Kalimantan Selatan memiliki produk berkualitas, tetapi masih menghadapi kendala dalam mengakses informasi, membangun jejaring, dan memperoleh pendampingan. Melalui rangkaian kegiatan DIGDAYA X-PORT KALSEL, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang ekspor, tetapi juga keberanian dan dukungan untuk mulai melangkah.
Bank Indonesia Kalimantan Selatan dan INDOEXIMPRO berharap pendampingan yang berkelanjutan ini dapat melahirkan semakin banyak UMKM Kalimantan Selatan yang siap bersaing dan mampu memasarkan produknya ke pasar global.





